Posted in Uncategorized

hari 4, siesta fiesta

#30harimenulis ,

temanya : fan fiction dari favorit film,
gw pribadi gk punya yg bener-bener bisa dibilang favorit film … tapi ada 1 film dimana 2 aktornya bisa dibilang he’s-whom-I-crush-on … lupa judul lengkapnya… yg pasti ada kata ZORRO!!! Anthony Hopkins dan Antonio Banderas.. Catherine Zeta Jones juga top lah dsini…
zorro sendiri dalam bahasa spanyol artinya rubah (fox), yes !!! licik n gerak cepat, such a bad-ass guys … 😉

gw bakalan mash-up dari beberapa film :

– las bandidas, ada salma hayek n penelope cruz
– Mariachis, yess Banderas rules !
– Anthony Hopkins as Hannibal

————————————————————–

*mblusuk di wilayah Mexico di masa penjajahannya,
ada dua tim perampok yg saling bersaing untuk mendapatkan popularitas yg lebih dan lebih lagi, mereka merampok sana-sini bukan hanya untuk memperoleh kekayaan. Mereka merasa mereka berhak untuk merampok dari para penjajah, karena itu harta mereka yg telah direnggut oleh para penjajah.

Las Bandidas, gank perampok yang mencuri dengan cara cantik. Las Bandidas terdiri atas dua orang perempuan yg dipertemukan saat mereka masih sama-sama tinggal di panti asuhan. Mereka sadar atas kecantikan dan kemolekan tubuh mereka, ibarat kata semua laki-laki selalu bisa dikepret sampe klepek-klepek cuma dengan kibasan rok lebar mereka, Mereka selalu berkuda dengan menggunakan rok lebar dan korset. Korset yg sering dianggap sebagai simbol pengekangan terhadap wanita tidak berlaku untuk mereka. Karena korset mereka dibuat khusus, sebagai tameng untuk menghindari luka dalam, sekaligus tempat untuk menyimpan pisau lipat. mereka membawa empat pisau lipat dibalik bajunya, masing-masing dua di setiap sisi. Rambut mereka selalu dibiarkan sedikit tergerai dengan bunga mawar merah terselip diantara rambutnya.

Los Bandids, gank perampok yang merupakan barisan sakit hati dari Las Bandidas, mereka merupakan kumpulan manusia yang ditolak saat mau bergabung dengan Las Bandidas, sekaligus ditolak jadi pacar. Jumlah anggota Las Bandids sedikit lebih banyak dari Las Bandidas. Ada 4 orang laki-laki gagah dan tampan, khas dengan goate dan jambang yang memanjang.

Las Bandidas dan Los Bandids saling menyadari bahwa perampokan atas bank-bank pemerintah Spanyol maupun pemerintah Inggris tak lagi banyak. Semua bank di pelosok sudah mereka rampok, yang tersisa adalah bank-bank yang berada di Ibukota. Resiko lain mengintai kalau mereka nekat merampok di ibukota. Pasukan keamanan yang lebih terlatih selalu bersiap di Kota. Dan Jika mereka tertangkap, mati tergantung di La Plasa adalah satu-satunya kemungkinan yang ada.

————————————————————————-

*di salah satu gedung pemerintahan di ibukota

La Casa Grande bersiap menyambut kedatangan Gubernur baru yang akan memerintah daerah sana. La Casa Grande berfungsi sebagai tempat tinggal Gubernur sekaligus tempat kerjanya para pegawai gubernuran. Bagian depan berfungsi sebagai kantor sekaligus pelayanan publik. Bagian tengah yg penuh dengan lukisan dan lebih berwarna-warni, berfungsi sebagai tempat jamuan tamu-tamu spesial dan pesta-pesta lainnya. Bagian belakang adalah tempat hunian dari Gubernur dan keluarga, tak jauh dari istal kuda.

Putri dari gubernur yg baru sangat suka berkuda. Karena itu dia yg meminta kamar khusus untuknya paling dekat dengan istal kuda. Ada tangga dari balkon kamarnya untuk langsung menuju istal kuda. Putri gubernur ini bernama asli Sophia, tapi lebih terkenal dengan sebutan La Gobernadorita, gubernur kecil. Karena muka dan sifatnya yang amat sangat dekat dengan ayahnya. Ibunda Sophia meninggal ketika Sophia berusia 5 tahun.

——————————————————————————

* La Plasa, alias alun-alun

Sehubungan dengan akan diadakannya pesta besar untuk penyambutan Gubernur yang baru, ada banyak pengumuman yang dipasang. Salah satunya adalah mencari grup musik untuk memeriahkan acara, baik yang akan digelar di La Plasa ataupun Casa Grande.

Los Bandids melihat hal ini sebagai peluang, karena masing-masing dari mereka bisa bermain musik. Tapi, mereka masih merasa agak ragu untuk mendaftarkan diri. Apalah arti sebuah musik tanpa ada nyanyian dan tarian. Mereka teringat akan Las Bandidas. Las Bandidas setidaknya bisa menari. Menari adalah semacam kutukan yg mengalir dalam darah amerika latin, dimana ada pesta disana pasti ada tarian.

——————————————————————–

* La Casa Grande

Gubernur yang baru sudah mulai menempati kediaman barunya. Gubernur langsung masuk kedalam kamarnya, dia memerintahkan tak seorangpun boleh mengganggunya termasuk anak putri semata wayangnya, Sophia. Karena masa kerjanya sendiri belum akan dimulai hingga minggu depan. Setelah segala pesta-pora dan selebrasi disana-sini.

Pindah ke suatu daerah yang baru sedikit banyak mengobati akan masa lalunya. Dia bukan seseorang yang berasal dari dunia politik. Dia adalah seorang dokter bedah. Seseorang yang amat sangat mencintai pekerjaannya. Seorang dokter yang sadar bahwa kehidupannya tidak hanya berkutat pada rumah sakit dan pasien, tapi dia memiliki keluarga yang selalu mendukung dan menunggunya dirumah.

Seorang istri yg selalu bisa menyajikan Quiche kapanpun dia inginkan, karena Quiche adalah makanan favoritnya. Seorang putri yang jauh dari kata manja, karena putrinya sendiri lebih tertarik bermain anggar daripada bermain boneka.

Semua berubah, ketika bentrok antar penjajah. Baik Inggris maupun Spanyol masing-masing menginginkan tanah yang kaya akan emas, sekaligus memiliki sumber air. Dia yang seorang Inggris, namun beristrikan seorang Spanyol tentu bimbang kemana dia harus memilih. Dalam suatu keributan, istrinya terbunuh oleh tentara Inggris, karena dianggap mata-mata.

Pembunuhan istrinya, membuatnya buta hati. Dia menyembunyikan anaknya di kandang kuda, diantara tumpukan jerami. Kemudian dia berlari daerah dimana kerusuhan itu terjadi. Dengan membabi-buta, dia membunuh tentara Inggris yang dia temui.

Sebagai seorang dokter bedah, tentu dia paham dimana saja titik vital pada manusia. Tusukannya tepat, yg dibunuh bisa seketika menggelepar kemudian mati. Dia tidak mau incarannya mati secara cepat, tapi dia ingin mereka menderita. Karenanya dia tidak pernah menebas putus leher, melainkan membuat sayatan yg mampu menyemburkan darah.

Peristiwa itu yg membuatnya dianggap sebagai warga kehormatan Spanyol. Perlahan tapi pasti, namanya mulai diperhitungkan oleh Pemerintah Spanyol. Sehingga dia diberi jabatan Gubernur di kawasan ini.

—————————————————————

*di kampung bandid

Los Bandids berhasil menemukan Las Bandidas, mereka berusaha agar Las Bandidas mau menjadi bagian dari rencana mereka. Mereka berencana untuk menculik Sophia, dan kemudian meminta tebusan.

Akhirnya Las Bandidas pun luluh setelah mendengar rencananya. Mereka luluh karena mereka tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menembus kota.

Mereka bergabung dan menamakan dirinya La Furia Roja. Terdiri atas 2 penyanyi utama (Banderas dan Hayek), 1 penari (Cruz), dan 1 pemain gitar, 1 pemain vihuela dan penabuh gendang.

Komposisi personel yang tidak biasa dari sebuah grup mariachi menjadikan La Furia Roja cukup terkenal saat menjadi pengamen jalanan di kota. Mereka sengaja bergerak dari bawah, agar memiliki pendukung. Salah satu ciri khas dalam setiap penampilannya adalah sombrero besar berwarna merah dan bersulam pita perak, sedangkan para wanita selalu menggunakan korset merah dengan rok hitam berhiaskan sulaman bergambar mawar di bagian bawah roknya.

Tampilnya mereka di La Plasa untuk mengikuti audisi di La Casa Grande, tentu disambut dengan meriah oleh segenap warga yg menonton.

Para penonton selalu berteriak “olĂ© … olĂ©” ketika kaki Cruz menghentak panggung. Begitu juga ketika Banderas selesai bernyanyi.

Dengan keriuhan yang timbul selama penampilan, mereka akhirnya mampu untuk tampil di La Casa Grande saat malam puncak acara Gubernur.

——————————————-
*kamar Sophia

Sophia memang tomboy, itu karena kehidupannya sehari-hari hanya bergaul dengan ayahnya ataupun pegawai dan pembantu yang ada. Tak sengaja saat melihat La Furia Roja tampil di La Plasa, dirinya tertarik pada dandanan dua orang perempuan yang ada disana.

Sophia seketika membenci kulitnya sendiri yang berwarna putih, jika dibandingkan dengan dua perempuan itu. Kedua perempuan itu membuat Sophia berfikir untuk tampil cantik. Kulit putih bukanlah segalanya untuk tampil cantik. Warna kecoklatan menjadikan kecantikan lebih alami sekaligus terpancar.

Sophia pun berencana untuk mengundang kedua perempuan secara khusus untuk menemaninya. Bukan hanya sebagai tim penghibur.

————————————–
*suatu motel

Las Bandidas dan Los Bandids yg telah melebur menjadi La Furia Roja, kini sedang mematangkan rencana untuk menculik putri gubernur.

Mereka yang telah lolos seleksi Fiesta Idol , tentu saja akan dengan mudahnya keluar masuk Casa Grande. Tapi, bagaimana dengan membawa Sophia keluar dari rumahnya sendiri.

——————————————–
* Siesta Fiesta

Acara di La Casa Grande berlangsung selama 3 hari. Dan hari ini adalah puncaknya. Selama tiga hari itu pula, La Furia Roja harus tampil.

Di hari yang terakhir ini, mereka berencana akan menculik Sophia. Tapi, mereka sendiri tidak yakin bagaimana caranya. Mereka terlalu sibuk berlatih bernyanyi dan menari, dan pementasan tiga hari berturut-turut menguras tenaga mereka.

Cruz dan Hayek yang mendapat undangan khusus dari Sophia merasa inilah kunci untuk menculik Sophia. Mereka dapat dengan mudah masuk ke kamar Sophia, atau setidaknya mengajak Sophia ke kamarnya.

Sudah direncanakan, bahwa Cruz dan Hayek yang akan membius Sophia. Dan dengan kode tertentu, nanti mereka akan memanggil Los Bandids yang berada di ruang pesta. Kemudian mereka akan melarikan diri dari balkon kamar langsung menuju istal.

Pihak gubernuran agak heran, namun tetap mengizinkan La Furia Roja datang di siang hari. Karena seperti biasa pesta baru akan dimulai setelah matahari terbenam. Mereka berfikir pasti akan ada pertunjukkan spesial sehingga grup musik tersebut datang di jam yang tidak biasa.

Grup musik tersebut langsung mempersiapkan panggung. Selayaknya sebuah grup band yang akan tampil. Tak ada yang curiga ketika mereka berkeliling La Casa Grande siang itu. Mereka telah dianggap sebagai bagian dari Casa Grande itu sendiri.

Hayek dan Cruz kesulitan untuk mencari kamar Sophia. Mereka bertanya kepada pembantu yang bersliweran. Karena casa grande memiliki lebih dari lima orang pembantu. Mereka dsuruh menunggu Mbok Gendut, karena Mbok Gendut nantinya akan ke kamar Sophia.

Mbok Gendut merupakan pembantu yang mengurus Sophia sejak Sophia lahir. Mbok Gendut ikut bersembunyi dengan Sophia di kandang kuda. Kini, Mbok Gendut hanya mengurus Sophia, tidak lagi ikut mengurus urusan rumah tangga Gubernur.

Hayek dan Cruz menunggu Mbok Gendut yang sedang menyiapkan makan siang untuk Sophia dan dua tamunya. Menu hari itu sebenarnya tidak istimewa, hanya guacamole, tortilla,dan nachos.
Sophia tidak ingin makan siang yg terlalu berat, karena akan menggangu sesi bersama tamunya nanti.

Hayek dan Cruz mengintili Mbok Gendut menuju kamar Sophia.
“Ahh, ternyata posisi kamarnya tidak sesulit yang kupikir” bisik Hayek kepada Cruz. Dan Cruz mengangguk untuk mengiyakan.

Kamar Sophia terletak di lantai 2, dari depan kamarnya dia dapat melihat langsung k arah panggung dan air mancur tempat semua perayaan itu akan digelar. Hayek memberi kode kepada kawan-kawannya yang berada di panggung, sesaat sebelum dia memasuki kamar Sophia.

Hayek dan Cruz yang selama ini tinggal di panti asuhan, kemudian menjadi bandit jalanan, tercengang ketika memasuki kamar Sophia. Kamar yang begitu luasnya, dengan kasur empuk yang langsung menyajikan pemandangan perkebunan, ketika jendela dibuka. Kemudian, naluri wanitanya pun muncul. Segala macam alat tata rias dan baju-baju indah tertata rapi.

Hayek dan Cruz tak dapat berkata apa-apa, mereka tersihir dengan kamar Sophia. Sebagai tuan rumah yg baik, Sophia mempersilakan tamunya duduk kemudian Mbok Gendut disuruhnya keluar kamar.

Sophia cukup ramah, dan mampu mencairkan suasana kikuk dari tetamunya. Dia mencomot nachos terlebih dahulu, kemudian mencocolnya kedalam guacamole. Entahlah, Sophia lebih suka nachos dan guacamole daripada queso seperti pada umumnya. Sophia sengaja makan lebih dahulu agar tetamunya tidak sungkan untuk mengambil makanan yg ada.

Hayek dan Cruz mulai mencair, dan mulai menikmati hidangan yang ada. Sesekali ada tawa kecil diantara mereka. Sophia menikmati suasana santai yang mulai tercipta.

“Aku mengundang kalian kesini, karena aku tertarik akan kecantikan kalian. Kulit kalian bersinar, tidak seperti kulitku yg tampak pucat ini”, ujar Sophia

“Ahh Señorita, kami ini orang rendahan. Kulit kami menggelap karena terpapar matahari”, jawab Cruz.
“Lihatlah, tangan kami kasar”, lanjutnya.

“Tapi, lihatlah kalian. Tanpa makeup pun kalian tetap terlihat mempesona. Sedangkan aku tanpa makeup, wajahku pucat bagai mayat” Jawab Sophia lagi.

“Señorita, kulit bagai porselen lah yang diharapkan banyak wanita diluar sana. Tapi apa daya beberapa dari kami sudah terlahir dengan kulit yang gelap”, lanjut Hayek sembari menepuk punggung tangan Sophia.

“Ahh, aku mau meminta kalian untuk mendandaniku sebagaimana kalian merias diri kalian sendiri”, Sophia merajuk.

Sophia menunjukkan meja riasnya sekaligus peralatan makeup-nya yang teramat komplit. Pada masa itu Sephora belum ada, entah bagaimana Sophia mampu mendapatkan kesemuanya.

Las Bandidas yang belum pernah bersentuhan dengan makeup sebanyak itu hanya bisa tercengang. Modal mereka selama ini hanyalah lipstik merk Benges, yang merupakan selundupan entah darimana.

Dirasuki setan makeup, mereka mulai memoles diri mereka sendiri dengan makeup yang ada. Sophia hanya bisa tersenyum melihat tingkah para tamunya. Dia tahu tak semua orang seberuntung dirinya untuk bisa mendapatkan makeup sebanyak itu.

Sophia membantu tetamunya untuk pengaplikasian eyeliner, karena tentu tidaklah mudah mencoretkan tinta diatas garis bulu mata. Dan karena minatnya yang besar akan kulit eksotik dari Las Bandidas, Sophia memiliki bronzer yang mampu membuat rona muka semakin cemerlang.

Bronzer tersebut berhasil didapatkan Sophia dengan merajuk kepada ayahnya. Sang ayah, tentu saja akan memenuhi semua permintaan putrinya.

Ketika para wanita sibuk didalam kamar, para pria pun sibuk menanti kode dari Las Bandidas. Los Bandids yang berpura-pura memainkan musik, sesekali mencuri pandang ke arah kamar Sophia. Mereka pikir Las Bandidas sibuk menaklukan Sophia, sehingga lupa untuk memberi mereka kode.

Apa yang dipikirkan oleh para pria ternyata jauh dari kenyataan yang ada. Para wanita sibuk slumber party dengan caranya mereka sendiri. Berias diri, berganti-ganti baju, tak ketinggalan cemilan dan lemonade untuk menghilangkan haus.

Setelah banyaknya kegiatan, mereka tidak sadar menjatuhkan diri keatas kasur. Kasur Sophia yang king size tentu saja mampu untuk menampung ketiga wanita cantik tersebut. Dan tak lama kemudian mereka semua terlelap.

Para pria yang mulai putus asa menunggu pun, akhirnya terlelap di arena panggung. Kerja keras otak dan tenaga mereka selama 3 hari penuh, ternyata tak mampu ditahan lagi. Badan mereka meminta istirahat.

Gubernur yang melihat grup musik itu terlelap hanya mampu menggelengkan kepalanya. Dia teringat akan masa mudanya, dimana dia masih menjadi dokter muda. Berjaga di malam hari, kemudian harus terjaga lagi ketika perkuliahan berlangsung.

Gubernur memanggil para pelayan, agar tubuh para pemusik diselimuti dan diberi bantal.

—————
siesta : tidur siang
fiesta : pesta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s