Posted in Uncategorized

Hari 3, gak suka sama ambu

#30harimenulis
Hari 3, critaku dr sudut pandang org lain …

—————–
Pukul 6.00
“Ning, banguuunn … ada Sophia” ambu sibuk membangunkanku.
“Ambuuuuu…. ambuuu…. peluuuk” , alih-alih cepat bangun, aku malah meminta ambu untuk memelukku yg masih dalam selimut … dan aku terlelap lagi.

Pukul 6.15
“Ning, mau maemnya pak telor ceplok, nuggets, apa abon?” Kata ambu.
“Kirana maunya nasi sama abon ajah”, jawabku, sambil perlahan turun dari kasur. Aku selalu gak suka kalau dibangunkan ambu di pagi hari, aku masih ngantuk. Tapi, aku lebih gak suka kalau ayah yang membangunkanku.

Ambu selalu menyalakan tv sebelum aku bangun, ketika ambu sibuk di dapur menyiapkan sarapanku, aku dibiarkan ambu menonton tv. Ambu membuat sarapan dan kopi untuk ayah dan untukku juga. Ambu sendiri jarang sarapan di rumah, biasanya beli nasi kucing di Mama Cory di sekolah, atau beli nasi sama lauk di Budhe setelah aku dan ayah berangkat.

Pukul 6.40
“Ning, ayo mandi! Nanti sekolahnya terlambat, gak ikut upacara.”
Aaahh… lagi-lagi ambu dengan bawelnya menyuruh aku ini dan itu. Aku masih mau nonton tv.

Dengan langkah malas aku masuk ke kamar mandi, ambu sudah menyiapkan seragam di kasur. Kalo mandi pagi, ambu selalu memandikanku. Karena aku kalau dibiarkan mandi sendiri, mandinya jadi lama sekali. Aku suka main air.

Pukul 7.00
Aku sudah siap berseragam. Dan giliran ayah yg dimarahi ambu, supaya cepat-cepat mandi. Begitu ayah masuk kamar mandi, ambu membereskan laptop ayah, 2 HP ayah, dan charger-charger. Semua dmasukkan k tas ayah. Ambu juga menyiapkan baju ganti ayah, sama sepertiku semuanya disiapkan diatas kasur.

Pukul 7.20
Aku dan ayah siap berangkat. Ambu ditinggal di rumah, karena nanti ambu yg akan menjemputku di sekolah.
“Ambu …. kirana mau sekolah … yee yee ambu gak diajak … ambuu kiss kiss kiss”, aku memonyongkan bibirku untuk mencium ambu.
“Mmmmuaaaaahhh…. Kirana pinter yaa sekolahnya … “, kata ambu pas mendudukanku diatas motor.
“Assalammu’alaikum … dadaaaaaah”

Dan kemudian motor melaju menuju Umbulharjo, sekolahku dan kampus ayah berada d kawasan itu.

Pukul 10.00
Aku keluar kelas, tapi ambu belum datang. Ah, ambu ini sukanya jemput telat terus.
“Kiranceuuuuuu…”
Ahaa… itu panggilan dari ambu pastinya, aku gk suka dpanggil kiranceu, karena namaku kirana. Ambu sering memanggilku dengan nama yg lain-lain juga. Kiranceu, ndori, ndoro, bocah, dan unyil adalah nama-nama yg sering ambu pakai untuk memanggilku atau membahasakanku saat ngobrol dengan ayah atau teman-temannya.

Ada beberapa teman ambu yg ikut memanggilku ndori.
“Semua salahnya ambu, ini kirana! Bukan ndori!”, ucapku dengan marah kepada ambu. Dan ambu selalu mengulangi lagi memanggilku dengan nama yg aneh-aneh, bukan kirana.

Kata ambu ke temannya, ndori itu adalah ndorowati alias ndoro perempuan. Aahh apa sih itu ndoro, aku gk tau dan aku gk mau tau.

Yang aku tau adalah, namaku Kirana. Bukan ndori atau kiranceu. Dan aku akan selalu marah ketika ambu memanggilku seperti itu.

*emak-emak banyak lagak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s